Senin, 13 April 2015

UN = Ujian Kejujuran

UN=Ujian Kejujuran

Kemarin malam sekitar pukul 9 tidak biasanya Aisyah sms bernada amat sopan. ".....Kami harap teteh bersedia datang...."
Yap, sesuai permintaannya aku hadir tadi pagi ke sekolah pukul 6.30. Dia memintaku untuk memimpin doa bersama sebelum Ujian Nasional dimulai. Ya, Hari ini 13 April 2015 bertepatan dengan Ujian nasional SMA.
Ada sekitar 11 orang yang datang, hanya ada satu wajah yang asing katanya dia temannya Mira(salah satu dari adik kelasku), selebihnya memang adik kelas yang biasa mengaji rutin di sekolah.
Ada beberapa yang wajahnya sendu, beberapa yang lain mengeluhkan takut, beberapa sisanya malah ketawa-ketawa. Hehehe
Tak banyak yg kusampaikan sebelum doa bersama, namun ada beberapa yang menjadi fokus perhatianku. Yang pertama, bahkan, sekitar 95% dari siswa SMA hari ini memilih untuk menyontek dengan alasan yang bermacam-macam. Yang paling "mulia"karna takut mengecewakan orang tua. Duh gusti.. Padahal jika kita nyontek dengan alasan yang melanggar aturan Allah walaupun niatnya semulia itu, mana bisa kita mampu membahagiakan kedua orang tua kita. Yang ada malah menjadi penghambat kita sendiri masuk syurga. Nauzubillahimindzalik.

Yang kedua, Ujian Nasional ini sebetulnya bukan hanya tentang sejumlah soal yg kita jawab dengan LJK, namun Ujian Kejujuran yang Allah selenggarakan dengan ribuan bala malaikat yang menjadi pengawasnya. MasyaAllah. Menjadi seleksi siapakah hamba Allah yang mampu melewati ujian ini.

Dek, tetaplah kuat. Yakin bahwa Allah akan bersamai dengan orang-orang yang berusaha teguh dengan prinsip yang benar. Ingatlah. Laa yukallifullahu nafsan illa wus'aha. Gak ada ujian yang melampaui batas kemampuan kita. Yakin. yakin. yakin!!!

Semangat ya, adik-adikku sayang. Teteh menyayangi kalian.
Innallaha ma'ana :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar