Gimana Kalau Gak Ada OWOP?
Aku ini mahluk warna-warni. Dengan segala rupanya. Kadang aku bicara berjam-jam lantas diam tanpa bahasa. Atau bergelora amat semangat kemudian loyo seperti kehabisan energi. Pokoknya penuh warna, dan layaknya teka-teki; tak mudah di tebak.
Maka tak banyak yang mampu tahan denganku.Rasanya mereka tidak "betah" dengan manusia super ramai ini. Aku mungkin dianggap riweuh at semacamnya.
Hingga akhirnya di Maret 2014 aku berkenalan via grup Whatsapp dengan komunitas yang memberikan setitik cahaya. Namun, kemudian hilang beberapa saat.
Bagai mati suri, komunitas kepenulisan yang mereka menamainya OWOP ini kembali lahir. Bukan setitik cahaya,bahkan cahanyanya benderang. Dengan formasi baru dan kemasan yang menarik rasanya aku memiliki rumah baru untuk berkarya.
Bayangkan saja, sehari kamu bisa menemukan 1000+ chat messages di grup ini yang isinya tawa, tangis,curhat, perjodohan, politik, permainan gaje, dan banyak lagi. Yang jelas seramai diriku.
So, Gimana kalau ga ada OWOP?
Makhluk warna-warni ini akan kehilangan warnanya, pudar bersama kejenuhan yang membunuh.
Trimakasih OWOP,
Love u
Tidak ada komentar:
Posting Komentar